Kamis, 03 April 2008

FPI Bakar Kaset Dewi Persik

Front Pembela Islam (FPI) Kota Tangerang dan Gerakan Pemuda Kabah Kota Tangerang membakar kasey dan CD lagu Dewi Persik, kemarin (31/3).

Selain melakukan pembakaran massa juga melakukan sweeping kaset dan CD album Dewi Persik di Pasar Anyar, Kota Tangerang. Namun aksi sweeping tidak bersifat anarkis. Pasalnya, dalam aksinya mereka membeli kaset dan CD itu dari pedagang terlebih dahulu, sebelum melakukan pembakaran.

"Kita tak mau merugikan pedagang. Barang-barang dibeli dulu, baru dibakar. Sebagai aksi protes kami" kata Sekretaris FPI Kota Tangerang, Iwan.

Menurut Iwan, aksi Dewi Persik yang terkesan menantang dan tidak menerima pencekalan adalah sikap yang arogan, padahal sudah jelas tarian janda dari Saiful Jamil adalah salah dan erotis.

"Jika Dewi Persik mau diterima di Kota Tangerang harus menunjukkan sikap perubahan. Namun jika menentang, maka akan bukan hanya berhadapan dengan Wali Kota. Tapi juga seluruh masyarakat Tangerang," tegasnya.

IRFAN fIKRI

Amerika Bantu Tangerang

Pemerintah Amerika Serikat memberi bantuan dana untuk wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang bagi penanggulangan dan pencegahan virus flu burung. Bantuan senilai US$1,5 juta atau sekitar Rp13 miliar lebih , diberikan sebagai proyek percontohan penanganan flu burung. Pasalnya, berdasarkan data di Departemen Kesehatan pusat, kasus flu burung di Tangerang cukup tinggi se-Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hani Herianto, di Tangerang, kemarin mengatakan, pemerintah Amerika Serikat memberi bantuan dengan beberapa persyaratan yang telah ditetapkan badan bantuan dunia (USAID).


"Dana ini akan fokus digunakan untuk penyelenggaraan sosialisasi kepada masyarakat serta pelatihan tenaga ahli medis tentang bahaya flu burung selama tiga tahun, " ujar Hani. Dia menjelaskan, sosialisasi bahaya flu burung akan difokuskan di sekolah, karena dinilai efektif untuk sosialisasi. "Di harapkan nanti setelah mendapat sosialisasi, siswa dapat menyebarluaskan kepada masyarakat," katanya.

Selain kepada siswa sekolah, dana tersebut akan digunakan untuk memberi penyuluhan kepada para bidan dan dokter swasta untuk mengetahui secara dini, bila ditemukan adanya indikasi pasien yang terkena penyakit flu burung. "Selain mendapat bantuan dana dari Amerika, Kabupaten Tangerang juga mendapat anggaran dari APBD. Nilainya
saya belum jelas karena sedang di bahas rincian untuk masing-masing bidang, " kata Hani.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan, dalam waktu dekat Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron Rhume, akan berkunjung ke Tangerang. Dia akan melihat kegiatan masyarakat Tangerang, terutama yang bersentuhan langsung dengan unggas.

Wilayah yang menjadi agenda kunjungan adalah, Pasar Grendeng di Karawaci, Tangerang, kemudian di pemukiman masyarakat yang beternak unggas di Kecamatan Sepatan, serta Ke Rumah Sakit Umun Daerah ( RSUD ) Tangerang, untuk melihat fasilitas ruang rawat pasien flu burung.

Untuk sosialisasi ke tingkat sekolah, akan dimulai pada sekolah tingkatan SD. Kegiatan yang diberi nama flu burung kids ini akan dilaksanakan secara bergilir di 1.531 SD se-Kabupaten Tangerang. Selain itu, Kata Hani, dipilihnya Tangerang sebagai proyek percontohan karena Kabupaten Tangerang adalah daerah pertama ditemukannya korban yang meninggal akibat flu burung di Indonesia, yakni Iwan, yang tinggal Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang.

Pada 2005 silam, di Kecamatan Panongan, dari 107 babi ternak yang diperiksa, lima ekor positif mengidap flu burung, dan ini adalah kasus pertama penularan flu burung lewat Babi. Di Kabupaten Tangerang, ada 12 kecamatan yang ditemukan rawan penyebaran unggas H5N1, di antaranya Kecamatan Cisauk, Pasar Kemis, Mauk, Tigaraksa, Cisoka, Sepatan, Balaraja, Ciputat, Rajeg, Pakuhaji, Legok dan Kecamatan Panongan.

Catatan Pusat Penanggulangan Krisis Flu Burung Departemen Kesehatan, hingga 3 Februari, jumlah kasus flu burung di Indonesia mencapai 126 kasus. Sebanyak 103 di antaranya meninggal. Angka kematian kasus flu burung mencapai 81,7 persen. Di Provinsi Banten terdapat 25 kasus, 22 di antaranya meninggal.

Korban meninggal di Tangerang terakhir kali terjadi awal Februari 2008 lalu. Su (29 tahun) warga Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh mengalami gejala flu burung dan meninggal di RS Persahabatan.

Irfan Fikri

Rabu, 19 Maret 2008

Flu Burung Kids untuk Siswa SD

Sabtu, 01 Mar 2008

Untuk menekan angka penularan virus avian influenza di Kabupaten Tangerang, Dinas Kesehatan setempat melakukan penyuluhan intensif kepada siswa sekolah dasar (SD) se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan yang diberi nama "Flu Burung Kids" ini akan dilaksanakan secara bergilir di 1.531 SD dan setingkatnya, dimulai Maret sampai bulan Mei mendatang.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Yuliah Iskandar kepada Jurnal Nasional mengatakan, penyuluhan yang dilakukan oleh pihak Dinkes bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Dan materi yang disampaikan, akan disesuaikan dengan minat siswa SD.

“Kita akan sampaikan dengan bentuk permainan yang menyenangkan siswa,” ujar Yuliah (29/2).

Penyampaian materi juga akan disampaikan melalui visual dengan memutar film yang bercerita, mulai dari pencegahan flu burung sampai dampak dari penyakit yang mematikan tersebut.

“Film yang diputar adalah film berbentuk kartun, agar siswa mudah mencernanya,” ujar Yuliah, yang juga akan membagikan kaset CD film kepada pihak sekolah. Selain penyampaian materi, Dinkes juga akan membagikan spanduk serta buku cerita tentang flu burung.

Dia menambahkan para guru di tiap sekolah juga akan diberi pelatihan pendidikan penyuluhan standar. “Kita juga berharap, agar pemberian materi tentang bahaya flu burung juga disisipkan pada saat materi pelajaran.”

Irfan Fikri