Minggu, 01 Februari 2009

Diberi Nama, Sapi Lebih Produktif

Sapi yang diberi nama menghasilkan susu 3,4 persen lebih banyak dalam setahun daripada sapi yang dipelihara dalam kawanan tanpa nama. Hasil riset para ilmuwan Inggris itu mengungkapkan bahwa kenaikan produksi itu melibatkan lebih banyak hal daripada sekadar nama.

Studi yang melibatkan 516 peternakan sapi perah ini telah dipublikasikan dalam jurnal Anthrozoos. "Di peternakan yang setiap sapi dipanggil dengan namanya masing-masing, keseluruhan produksi susu lebih tinggi dibanding peternakan yang sapinya digembalakan sebagai sebuah kelompok," kata Catherine Douglas dari Newcastle University.

Penemuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pribadi antara peternak dan sapinya amat penting. "Sama seperti manusia yang merespons lebih baik terhadap pendekatan pribadi, sapi juga merasa lebih gembira dan santai jika diberi perhatian satu lawan satu," kata Douglas. "Dengan menonjolkan individu, seperti memanggil seekor sapi dengan namanya atau berinteraksi dengan binatang itu ketika beranjak dewasa, kami tidak hanya memperbaiki kesejahteraan binatang itu dan persepsinya terhadap manusia, tapi juga menaikkan produksi susunya."

Dennis Gibb, pemilik Eachwick Red House Farm di Newcastle, yakin memperlakukan setiap sapi sebagai satu individu amatlah penting. "Mereka bukan sekadar sumber penghidupan kami, mereka adalah bagian dari keluarga," kata Gibb. "Kami menyayangi mereka dan setiap sapi punya nama. Secara kolektif kami menyebutkan 'gadis-gadis kami', tapi kami mengetahui mereka semua dan masing-masing punya kepribadian yang berbeda."

Dalam studinya, Douglas dan koleganya, Peter Rowlinson, menemukan bahwa 46 persen peternak menyatakan sapi di peternakan mereka dipanggil dengan nama masing-masing. Sekitar 66 persen peternak menyatakan mengenal seluruh sapi yang mereka gembalakan. Peternak yang mengatakan kontak manusia yang positif akan menghasilkan sapi dengan temperamen pemerahan yang baik mencapai 48 persen, sedangkan 10 persen lainnya mengatakan sapi takut terhadap manusia akan menghasilkan temperamen yang buruk.

Sabtu, 20 September 2008

M Iqbal, Peluru Nyasar dan Surat Tilang

Setelah selesai menulis tiga berita, dan kelar mengerjakan beberapa tugas lain untuk persiapan liputan esok hari, Wawan segera mengemas tas untuk pulang dengan niat agar dapat santap sahur di rumah.

"Bang, aku pulang duluan," ujar Wawan seraya pamit dengan salah seorang redakturnya.

"Aku ikut dong sampai depan, sampai ketemu taksi," ujar seorang redakturnya. "Oke, tunggu di bawah yah," Wawan menyetujui.

Jalan Jakarta malam ditelusuri bersama obrolan ringan tentang berita yang akan naik cetak esok hari.

Halaman depan koran besok hari akan memberitakan running kasus tertangkapnya salah seorang penegak hukum karena kasus suap "Gila bener bangsa ini. Satu persatu borok petugas sudah mulai ditelanjangi," ujar sang Redaktur sambil menceritakan, tertangkapnya M Iqbal anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena kasus suap Rp500 juta.

Obrolan terhenti ketika tampak di depan ada barisan polisi lalu lintas lengkap dengan tongkat lampu warna merah terang pengatur lalu lintas. Ternyata, ada razia kendaraan oleh petugas Kepolisian Sektor Matraman, Jakarta Timur.

Wawan langsung menepikan motornya menuruti perintah salah seorang petugas. "Malam pak, tolong surat-suratnya," kata petugas.

Dengan sigap dirinya mencari Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM). Wawan yakin kalau surat-surat yang diminta ada di dalam tas punggungnya. Maklum, dirinya enggan meletakkan dalam dompet karena surat-surat ini hanya dikeluarkan ketika petugas parkir kendaraan di Mall atau di beberapa gedung yang menerepkan sistem ketat penjagaan parkir .

"Sebentar pak, saya cari yah. Ada kok,".

Dengan santai dia merogoh isi tas berharap jari-jarinya langsung menyentuh barang yang dicari. Beberapa pelosok tas dijelajahi, namun tak ditemukan apa yang dicari, dirinya pun mulai membongkar muatan tas.

Dirinya mulai sedikit panik, karena barang penting yang dicarinya ternyata tidak ada. Ternyata benar, surat-surat yang diminta tertinggal di rumah. Hal ini diketahui setelah dirinya menelpon di rumahnya di Tangerang.

Tanpa banyak tanya petugas berpakaian preman langsung menahan kunci motor dan mengancam akan menahan dan akan membawa motor ke kantornya, karena jika tidak ada STNK dikhawatirkan motor curian.

Tak mau menyerah, Wawan dan redakturnya meminta agar petugas jangan menahan kendaraan. Namun, petugas yang belakangan bertugas sebagai reserse buru sergap (Buser) di Polres Jakarta Timur itu tidak bergeming.

"Tidak bisa, motor ini harus ditahan," tegasnya.

Lobi dan negoisasi gak mempan, mungkin seiring pembenahan birokrasi aparat penegak hukum , polisi mulai mengikis budaya uang aman saat melakukan tugas.

"Tugas Anda wartawan, dan saya juga menjalankan tugas saya sebagai polisi," tutur petugas tersebut.

Tanpa harus mendengar celotehan petugas tersebut sebetulnya Wawan cukup mengerti, kalau profesionalisme petugas sebagai pengabdi masyarakat menjadi agenda utama TNI/Polri di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Seiring dengan prestasi polisi belakangan ini yang berhasil menangkap gembong teroris, pelaku illegal loging sampai membongkar jaringan internasional penyelundupan Narkoba, Wawan pasrah motornya ditahan dan sadar karena dirinya salah membawa kendaraan tanpa surat, sekaligus berencana mengambil STNK dan SIM di rumahnya di Tangerang esok hari.

"Silakan ketemu atasan saya di sana," pinta petugas tersebut.

Wawan menghampiri salah seorang kepala operasi razia tersebut berpangkat sersan tertulis nama Basuki Koes di dada papan nama.

"Pak saya minta surat tilang. Motor saya ditahan karena tidak bawa surat-surat," pintanya. Petugas itu pun meminta kartu tanpa pengenal Irfan untuk dicatat. Namun, tanpa diduga, dari pemimpin razia tersebut keluar kalimat.

"Sudah, kita ambil jalan tengah saja. Rp100 ribu sebagai ganti tilang," tuturnya.

Tawaran ini ucap petugas lebih murah daripada harus ke Pengadilan Negeri. Suasana langsung hening di kepala seiring lunturnya kepercayaannya kepada petugas penegak hukum. Prestasi serta ketegasan kepada penegak hukum langsung hilang oleh permintaan Rp100 ribu.

Terlebih, baru saja dirinya menulis tentang insiden peluru nyasar akibat kelalaian aparat kembali menelan korban jiwa. Akibat lalai, seorang bocah perempuan, Sri Wahyuni (6 tahun), tewas akibat terkena peluru nyasar dari senjata laras panjang Brigadir Dua Polisi Suprianto di Lembaga Pemasyarakatan Bojonegoro, Jawa Timur.

Wawan tetap minta ditilang daripada menyuap, namun petugas ini tetap ngotot meminta uang pengaman. "Pak, biar ditilang saja,". Tapi petugas itu tetap tidak mau. "Kalau di pengadilan saya tidak dapat apa-apa," ujar perwira tersebut polos. "Kalau tidak ada, setengahnya juga tidak apa-apa," tuturnya sedikit membentak, dan Wawan pun menyerah angkat tangan.

Profesionalitas aparat yang sedang digalakkan, ternyata benar-benar tidak menyentuh lapisan bawah. Entah apa yang membuat mereka rela mengubur harga diri demi uang yang hanya cukup untuk beli pulsa. Bukan pada jumlahnya. Rp500 juta dan Rp50 ribu tetap saja sama judulnya, Korupsi.

Sementara M Iqbal jadi pesakitan di KPK, namun aparat Polsek Matraman asyik menikmati hasil operasi malam itu dari puluhan motor yang mereka berhentikan malam itu. "Hati-hati di jalan. Awas ditilang lagi di depan," tutur petugas tersebut sambil berlalu. Ironis.

Minggu, 27 April 2008

Sabu Rp11 Miliar Disita

Petugas Kantor Pelayanan Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 7,2 kilogram senilai Rp11 miliar, Kamis (24/4).

Dua warga negara Taiwan bernama Tseng Huan Lung (44 tahun) dan Tseng Wen Hu (35) yang membawa paket sabu tersebut ditahan petugas Bea dan Cukai.

"Keduanya ditangkap setelah tiba di Terminal II. Sabu disimpan dalam dua koper dan dikemas rapih dalam makanan kecil,” kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Rahmat Subagio, Jumat (25/4). Ia didampingi Dirjen Bea Cukai Anwar Supriadi, Kepala Kantor Bea Cukai Banten Bachtiar, dan Direktur Penindakan Penyidikan Bea Cukai Yusuf Hendarto.

Subagio mengatakan penangkapan berawal karena kecurigaan petugas pada gerak-gerik dua tersangka yang datang dari Hong Kong menggunakan pesawat Cathay Pacific CX 777 sekitar pukul 13.35, Rabu (24/4). Modus yang digunakan kedua pelaku yaitu dengan mengemas sabu di dalam makanan ringan merek Arion Pie yang dikemas rapih menjadi 26 paket.

“Sabu dibungkus sangat rapih, ditandai dengan kemasan makanan yang masih dibungkus plastik. Seperti baru,” tutur Subagio.

Petugas lalu membongkar isi bungkus makanan dan didapati 7,2 kilogram sabu jenis blue. Dari pengakuan tersangka, sabu didapat dari bandar besar di Taiwan bernama Aseng dan Apang. Rencananya sabu akan dijemput oleh bandar besar dari Jakarta. "Keduanya mengaku pengangguran dan untuk mengantar mereka dibayar sekitar Rp15-17 juta.”

Meski datang bersamaan, namun kedua tersangka mengaku tak saling kenal. Petugas juga belum mau berasumsi bahwa mereka terlibat dalam jaringan narkotika internasional atau tidak. “Kita masih selidiki penerima barang ini. Kabarnya, transaksi akan dilakukan di salah satu hotel di Jakarta,” tutur Subagio.

Tersangka Tseng Huan Lung mengaku bahwa sebelumnya dirinya sempat membawa sabu dari Bandara Soekarno Hatta dan lolos. Sedangkan tersangka Tseng Wen Hu mengaku baru pertama kali datang ke Indonesia.

“Kalau memang sebelumnya sempat lolos, itu karena keterbatasan petugas. Dalam satu hari Bandara Soekarno Hatta kedatangan 100 ribu orang dari luar negeri,” ujar Direktur Penindakan Penyidikan Bea Cukai Yusuf Hendarto.

Hendarto menambahkan, penangkapan ini adalah kasus narkotika keempat di tahun 2008 oleh petugas Bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya para tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Bandara Soekarno Hatta untuk diproses lebih lanjut.

Kedua tersangka dijerat Undang-Undang No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dan denda Rp300 juta.

Irfan Fikri

Reklame Pembesar Alat Vital Ditertibkan

Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang membersihkan puluhan reklame liar yang menawarkan pengobatan alat vital yang tersebar di beberapa ruas jalan. Sejumlah reklame liar berukuran 40X20 sentimeter yang dipasang di tiang listrik, dan pohon itu dicopot oleh petugas pamong praja. Reklame liar yang dicopot itu memang terlihat sangat mencolok.

Dengan warna dasar putih reklame yang dicetak tebal itu bertuliskan kalimat "Spontan! Besarkan-Panjangkan Alat Vital" dengan disertai nomor telepon pemilik perusahaan. Letak pemasangannya pun sangat strategis, di pinggir jalan sehingga mudah dilihat warga.

Syahroni, Kepala Subdinas Satuan Polisi Pamong Praja Dinas Ketenteraman dan Ketertiban Kota Tangerang mengatakan, pencopotan ini didasari pertimbangan bahwa reklame semacam itu tidak etis di pasang di tempat umum. "Apalagi dengan status Kota Tangerang sebagai kota akhlakul karimah," ucapnya.

Irfan Fikri

Rabu, 23 April 2008

Kaum Ibu Pecahkan Rekor Menyusui

Sebanyak 2.008 ibu hamil, dan 360 ibu menyusui di Kabupaten Tangerang berencana akan mencatat sejarah di museum rekor Indonesia (MURI) untuk pemberian air susu ibu (ASI). Rekor ini dilakukan dalam rangka mengkampanyekan pemberian ASI sejak dini
dan secara eksklusif.

"Gerakan pemberian ASI eksklusif yang diberi nama Gebrak akan dilakukan Kamis (26/4)," ujar Hani Haryanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Selasa (24/4). Kampanye inisiasi dini dan ASI eksklusif akan dilakukan secara besar-besaran di gedung Word Harvest Taman Himalaya, Lippo Karawaci, Tangerang.

Dengan pemecahan rekor MURI ini, diharapkan dapat menekan angka kematian bayi. "Ini adalah bentuk komitmen sosialisasi pemberian ASI secara ekslusif kepada bayi," tuturnya.

Irfan Fikri

Bantuan Langsung Pusat ke Daerah Bermasalah

Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang dalam waktu dekat ini akan memantau dan mengevaluasi sejumlah program bantuan untuk masyarakat miskin yang langsung diberikan pemerintah pusat. Pasalnya, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, sejumlah program bantuan tersebut langsung masuk ke rekening kelompok masyarakat, disinyalir tidak dimanfaatkan sesuai aturan.

Kepala Seksi Bantuan Fakir Miskin, Dinas Kesejahteraan Sosial, Kabupaten Tangerang, Bambang Siswoyo, di Tangerang mengatakan, program bantuan yang akan dievaluasi tersebut umumnya adalah yang berasal dari bantuan langsung pemberdayaan sosial, seperti bantuan mesin jahit, kambing dan perahu. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi
masyarakat miskin yang terkumpul dalam kelompok usaha bersama.

"Indikasi sementara, banyak bantuan dari pusat yang telah diserahkan kepada masyarakat dari 2005 sampai 2008, menimbulkan masalah. Kami masih mempelajarinya sambil menunggu laporan dari bawah," kata Bambang.

Bambang mencontohkan, sejumlah masyarakat nelayan yang terkumpul dalam kelompok nelayan di Kecamatan Kemiri, belum lama ini menerima dana bantuan untuk pembelian perahu. Padahal, kelompok nelayan di wilayah itu, tidak mendapat rekomendasi dari Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang.

Dana bantuan yang digunakan kelompok nelayan untuk pengadaan perahu ini, telah disalurkan sebelumnya dari Departemen Sosial RI langsung ke rekening 20 kelompok nelayan pada akhir November 2007 lalu. Setiap satu kelompok nelayan menerima bantuan tunai sebesar Rp 60 juta untuk membeli perahu beserta peralatannya. Departemen Sosial pun mengucurkan dana bantuan untuk nelayan sebesar Rp 1,2 miliar. "Selain tanpa rekomendasi dinas, disinyalir mereka membeli perahu dengan kondisi bekas, dan tidak sesuai persyaratan," kata Bambang.

Rawannya penyelewengan, kata Bambang, karena selama ini Dinas setempat hanya sebagai fasilitator saja serta pemberi rekomendasi kepada kelompok masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan. Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit kelompok masyarakat yang akhirnya mendapat bantuan tanpa rekomendasi dinas.

Terlepas dari hal itu, sebagian nelayan di Pantai Utara Kabupaten Tangerang bisa sedikit bernapas lega. Dalam sepekan terakhir, sebanyak 200 nelayan miskin yang terku mpul dalam 20 kelompok, menerima 20 unit perahu bantuan Departemen Sosial, yang telah lama mereka nantikan.

Dua puluh unit perahu yang bersumber dari dana BLPS tahun anggaran 2007 ini, diserahkan kepada kelompok nelayan di Kecamatan Kronjo, dan Kemiri. Setiap satu unit perahu diberikan kepada 10 nelayan yang terkumpul dalam satu kelompok nelayan.

Perahu modern terbuat dari fiber dan berwarna putih yang panjangnya mencapai empat meter itu, dilengkapi dengan motor. Selain mendapat perahu modern, para nelayan juga diberi alat tangkap berupa alat pancing ikan, jala dan rompi pelampung. Dengan kapal modern itu, nelayan bisa melaut di segala cuaca.

Selain itu, para nelayan juga bisa mencari ikan di radius yang lebih jauh. Hanya saja, dengan kapal motor yang modern itu, para nelayan harus memiliki modal untuk melaut. Kapal-kapal itu hanya bisa mengarungi laut bila diisi dengan bahan bakar solar. .

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang, Jackie Harahap mendukung rencana dinas terkait untuk mengevaluasi bantuan pusat. "Jangan sampai bantuan perahu tidak digunakan secara optimal. Karena yang rugi justru kelompok nelayan itu sendiri," ujarnya.

Irfan Fikri

Pondok Cabe Jadi Bandara Komersial

Lapangan terbang Pondok Cabe, Pamulang, Kabupaten Tangerang, pada akhir 2009 akan diubah menjadi lapangan terbang komersial, untuk penerbangan domestik dan regional. Peningkatan fungsi lapangan terbang dilakukan setelah Aviation Agencies Australia,siap menanamkan investasinya senilai US$100 juta (hampir Rp1 triliun), dalam setahun.

Kemarin, perusahaan asal Australia itu melakukan ekspose pengembangan bandara di depan Bupati Ismet Iskandar, Wakil Bupati Tangerang Rano Karno, dan beberapa kepala dinas di Kabupaten Tangerang. Manager Patner Aviation Agencies Australia, Samudra Sukardi menilai lahan penerbangan Pondok Cabe yang luasnya 116 hektare, selama ini terbengkalai. Padahal dari letak serta struktur yang ada, sangat mendukung untuk dijadikan bandara komersial yang menguntungkan.

"Sebagai tahap awal, dana itu akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur dan perbaikan lahan," ujar Samudra kepada wartawan. Kakak mantan Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi ini mengatakan, pada tahap awal akan dibangun kembali perluasan landasan pacu (runway), dari 2.300 meter menjadi 2.500 meter. Sehingga, landasan pacu sepanjang ini dapat digunakan untuk jenis pesawat Boeing 737, dan Airbus 320.

"Saat ini sudah ada 20 pesawat komersial yang siap melayani rute domestik dan regional. Perluasan itu tidak akan mengambil lahan penduduk," tutur mantan kandidat Direktur Utama Garuda Indonesia itu. Beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti lokasi parkir, transit, hotel, kargo, katering, dan akademi penerbangan juga akan dibangun.

Bandara ini diharapkan dapat menjadi alternatif bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dinilai sudah melebihi kapasitas tampung. "Bandara Pondok Cabe Tangerang akan menjadi alternatif bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan khususnya wilayah Jakarta dan sekitarnya," tutur Samudra.

Rencana pembangunan bandara komersial ini diharapkan bisa meningkatkan dan membantu perekonomian masyarakat sekitar. Pembangunan bandara ini juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

Bupati Ismet Iskandar mendukung rencana pembangunan tersebut, tentunya dilakukan uji kelayakan terlebih dahulu kelayakan. "Kami menyambut baik, asal sesuai aturan," ujar Ismet. Selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, Bandara Pondok Cabe juga akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan yang sebentar lagi resmi terbentuk.

Selama ini, Lapangan Terbang Pondok Cabe sering digunakan untuk keperluan nonkomersial. Pesawat ringan milik pribadi, helikopter, dan gantole sering mangkal di lapangan ini. Lapangan ini pun kerap menjadi tempat latihan dan lomba aeromodelling.

Bahkan, lapangan terbang ini dibangun awalnya adalah oleh kelompok penyuka aeromodeling, pada awal 1970-an. Kalau itu, Kolonel TNI Haryono, yang bakal menjabat sebagai Direktur Utama Pelita Air Service, membuka lapangan Pondok Cabe. Para aeromodeller diberi tempat latihan di lapangan tersebut.

Dalam perkembangannya, lapangan terbang ini kemudian dikepung oleh pemukiman penduduk. Sehingga lokasi perumahan dan lapangan terbang pun sangat dekat. Dekatnya lokasi perumahan dengan lapangan terbang dinilai menjadi penyebab seringnya pesawat jatuh di Pamulang.

Bupati Ismet pun pernah mengatakan, letak lapangan terbang yang dekat dengan permukiman warga seharusnya menjadi perhatian serius para pengelola pesawat terbang di Pondok Cabe Tangerang.

Kecelakaan terakhir terjadi pada 16 Maret lalu. Pada waktu itu, sebuah pesawat latih Federasi Aero-Sport Indonesia (FASI) jenis Proifier merek Pelican nomor seri PK-SKI Swayasa jatuh di kompleks Perumahan Villa Pamulang, Tangerang, Banten. Pilotnya, Herudi Kartowisastro, 61 tahun, meninggal di lokasi.

Sebelumnya, pada April 2007 lalu, pesawat latih Cessna 172-PK SDP jatuh di lahan kosong kawasan Pamulang, Tangerang, Banten, setelah terbang dari lapangan Pondok Cabe. Dua dari tiga penumpang menderita luka serius dan pesawat nahas tersebut.

Irfan Fikri

Jumat, 18 April 2008

Shalat Jumat Ahmadiyah Tangerang Dijaga Ketat

PELARANGAN segala aktivitas Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) oleh Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) beberapa waktu lalu, tak menyurutkan jamaah Ahmadiyah di Tangerang untuk tetap melakukan ibadah wajib salat jumat. Kemarin (18/4) siang, sekitar 1.000 jamah Ahmadiyah di Masjid Al-Rahmat Jalan H Gedad, Paninggilan Utara, Ciledug, Kota Tangerang melakukan shalat jumat berjamaah dengan pengawalan ketat aparat Polres Kota Tangerang.

Pengawalan dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyerangan terhadap warga Ahmadiyah, khususnya serangan dari warga luar yang sengaja datang untuk melakukan penyerangan. Abdullah (45), sesepuh jamaah Ahmadiyah Tangerang, memang sengaja meminta aparat kepolisian setempat untuk melakukan penjagaan terhadap warganya. Dia khawatir adanya serangan dari luar, "Kalau warga sekitar komplek, mereka baik dan kooperatif. Namun ditakutkan serangan dari warga luar Tangerang yang sengaja datang," ujar Abdullah kepada wartawan.

Sejumlah jamaah Ahmadiyah dari beberapa wilayah Tangerang tampak datang ke masjid itu dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. "Jamaah dari luar Tangerang, seperti Jakarta dan Bogor juga ada yang ikut shalat di sini," kata Abdullah. Selain berkoordinasi dengan aparat kepolisian, lanjut Abdullah, warga Ahmadiyah sengaja membentuk pengamanan sendiri secara intensif melalui ronda, siang dan malam.

Dijelaskan Abdullah, jamaah Ahmadiyah di wilayahnya sudah ada sejak 1948. Dan selama ini hidup rukun dengan warga di luar jamaah Ahmadiyah. "Bahkan dalam satu keluarga bisa terjadi perkawinan campur dengan penganut Islam di luar Ahmadiyah," tuturnya.

Wilayah Paninggilan merupakan salah satu wilayah yang terbilang aman dibanding daerah lain seperti di Bogor atau Cirebon. "Untuk pembangunan masjid saja, warga sekitar yang berlainan aliran mau membantu," ujar Abdullah.


Puluhan aparat kepolisian tanpa dilengkapi persenjataan lengkap tampak duduk-duduk santai di beberapa titik lokasi di Masjid Al Rahmat. "Kami hanya diperintah mengamankan untuk mengantisipasi kemungkinan tindakan pihak-pihak lain yang tidak diinginkan," ujar polisi dari Polres Tangerang.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masdar Farid Mas'udi mengimbau kepada masyarakat agar jangan terpancing untuk melakukan tindakan melawan hukum. Dia mengharapkan Polisi bertindak sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

"Sebagai negara hukum, setiap tindakan yang melanggar hukum harus disikapi. Polisi pun diwajibkan memberikan perlindungan kepada siapa pun, termasuk Ahmadiyah, apabila merasa terancam," ujar Masdar.

Dihubungi terpisah, Front Pembela Islam (FPI ) Tangerang menyerukan kepada pengikut ajaran Ahmadiyah di wilayah Tangerang, untuk segera bertobat dan kembali kepada ajaran Islam berdasarkan Al Quran dan Hadis. "Jangan sampai menunggu umat yang harus membubarkan Ahmadiyah. Pemerintah juga harus tegas melarang Ahmadiyah, seperti aliran sesat lainnya. Harus cepat, kalau tidak ingin umat yang bergerak," kata Sekjen FPI Tangerang, H Uwan Suhana.

Jika tidak segera dibubarkan, FPI Tangerang siap bergerak membubarkan Ahmadiyah. "Kami tidak main-main, kami masih menunggu respons pemerintah. Jika tidak juga ada tindakan konkret, umat yang akan bergerak," ujarnya menegaskan. Irfan Fikri/ Adhitya C Utama

Penjagaan Di Ruang Kelas Diperketat

Tangerang, Jurnal Nasional
Tim pemantau independent Ujian Nasional (UN) 2008 Kabupaten Tangerang akan memperketat pengawasan ketat pada ruang kelas. Pasalnya, ruang kelas sangat terbuka terjadinya kecurangan dan kebocoran soal UN yang akan digelar pada 22-24 April 2008 tingkat SMA dan setingkatnya, dan SMP pada 5-8 Mei mendatang.
Dikatakan Ketua Tim Pemantau Independen Kabupaten Tangerang, Yusli Manaf, rentannya kecurangan di ruang kelas pada saat soal dibuka dan dikerjakan para siswa.
“Siapa tahu ada guru yang mengerjakan soal kemudian memberikan kunci jawaban kepada siswanya,” jelas Yusli di Tangerang, Jumat (18/4). Untuk mengantisipasi ini, pihaknya menginstruksikan kepada tim independent agar mengintip ke dalam kelas.
Disinyalir modus seperti ini, lanjut Yusli, telah terjadi pada pelaksanaan UN sebelumnya. Fatalnya, kunci jawaban yang diberikan guru kepada siswanya ternyata salah, sehingga menyebabkan siswa tidak lulus.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya menurunkan sebanyak 1.760 tim pengawas independent, yang akan memantau ke tiap sekolah se-Kabupaten Tangerang. Jumlah ini sesuai dengan sekolah yang ada.
“Untuk tingkat SMA, kami akan menerjunkan 760 petugas, sedangkan untuk SMP ada 1.000 petugas. Sesuai dengan jumlah sekolah yang ada,” bebernya.
Para petugas yang diangkat dari kalangan akadimisi, diantaranya dosen dan mahasiswa yang nantinya akan secara resmi dibekali surat tugas. Surat tugas resmi sekaligus mengantisipasi adanya pengawas gadungan.
Dan jika ditemukan pelanggaran dilapangan, maka para petugas ini diminta untuk membuat laporan tertulis yang akan diteruskan ke tim pemantau tingkat pemantau tingkat pusat.
“Tim pemantau tidak berhak memberi sanksi. Yang berhak memberi sanksi adalah dinas dan departemen pendidikan, tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat,” jelasnya.
Pelaksanaan UN tahun ini, tim pemantau memiliki wewenang penuh pengawasan, mulai tahapan percetakan sampai distribusi soal. Dicontohkan Yusli, jika tahun lalu tim pemantau hanya sebatas mengawasi percetakan, pada tahun ini, tim pemantau memiliki kewenangan untuk ikut menandatangani serah terima master cetakan lembar jawaban.
Ditempat terpisah, kalangan Dewan Perwakilan juga akan melakukan pemantauan langsung pada proses pendistribusian. “Pada H-2, dewan akan melakukan pemantauan distribusi soal dari pihak provinsi ke kabupaten di 15 sekolah secara acak,” tutur Ketua Komisi B, Togu Pardamean saat dihubungi.
Sementara itu, beberapa siswa mengaku cemas terkait meningkatnya standar kelulusan dan penambahan mata pelajaran yang diujikan. Seperti yang dicemaskan Yana, siswa SMA Yuppentek Cikokol Tangerang mengeluhkan nilai rata-rata minimal 5,25 dari rata-rata minimal sebelumnya 5,00.
“Sehingga jika ada pelajaran yang mendapat nilai hanya 4,00, maka saharus berjuang untuk mendapat nilai 6,00 pada mata pelajaran lain. Hal ini tentunya sangat berat,” keluh Yana.
Dirinya juga mengeluhkan, banyaknya mata pelajaran yang belum selesai target penbahasan, padahal UN sudah di depan mata. Apalagi untuk jenjang SMA/MA tahun ini ada ada 6 materi yang diujikan. Sehingga banyak guru yang memadatkan mata pelajaran untuk kejar target.
“Dengan waktu belajar sempit dan materi yang padat. Kita kesulitan mengikutinya,” keluh Yana, yang mengambil program IPA di sekolahnya.
Irfan Fikri

Kamis, 17 April 2008

sebuah truk terguling akibat jalan licin. di Jalan Raya Serpong

razia PSK Tangerang

Tangerang Tekan TBC

Memasuki musim kemarau 2008, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang membagikan 6.500 paket obat tuberculosis (TBC) secara cuma-cuma. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka penderita penyakit yang menyerang pernapasan. Di wilayah ini penderita TBC mencapai 18.837 orang pada 2007.

"Satu paket obat diberikan kepada penderita TBC untuk pengobatan selama enam bulan. Dana obat ini ditanggung anggaran daerah," tutur Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Yuliah Iskandar, kemarin. Selain berasal dari pemerintah, dana pengadaan obat TBC juga dibantu organisasi internasional Global Fund. Yuliah enggan menyebutkan besaran dana dalam pengadaan obat TBC tersebut.

Irfan Fikri

Rabu, 16 April 2008

Kejaksaan Periksa Pejabat Bulog

Kejaksaan Negeri Tangerang memeriksa Kepala Bulog Divisi Regional DKI Jakarta dan Banten, Anton Yulianto kemarin. Anton diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi beras bagi warga miskin di Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang.

"Anton kami panggil untuk menjelaskan distribusi raskin (beras untuk warga miskin) dari Bulog hingga ke tingkat kecamatan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang, Agus Sutoto di kantornya kemarin. Selain itu, pemanggilan juga dimaksudkan untuk mengetahui secara persis kerugian yang diakibatkan penyelewengan beras yang dilakukan Camat Sukadiri.

Anton datang sendiri tanpa didampingi pengacaranya pada pukul 09.00 WIB. Pemeriksaan berlangsung empat jam. Kejaksaan memberikan 21 pertanyaan kepada Anton. "Dia bersikap kooperatif," tutur Agus. Dari hasil pemeriksaan, pihaknya dapat memastikan adanya uang negara dari beras yang diselewengkan tersangka.

Irfan Fikri

Komplotan Pengganda Uang Dibekuk

Mengaku dapat menggandakan uang dan perhiasan mewah, sekelompok orang warga negara China menipu di kawasan perumahan mewah di Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, dengan cara hipnotis. Aksi mereka gagal setelah aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kelapa Dua, Tangerang kemarin siang berhasil menangkap, ketika mereka sedang beraksi di kawasan pusat belanja Summarecon Mal Serpong, Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang.

Ketiga warga China yang semuanya adalah wanita itu adalah Hong Yung (38 tahun), Han Zhen (43 tahun ), dan Bu Whu (36 tahun). Dari tangan pelaku disita barang bukti berupa tiga telepon seluler Nokia, uang Rp3,9 juta, dan U$22 ribu.

Pelaku biasanya melakukan hipnotis kepada orang-orang kaya keturunan Tionghoa, dengan modus dapat menggandakan uang. Komplotan ini mencari korban pada pagi hari saat berolahraga, seperti yang dituturkan Yolian (40 tahun), salah seorang korban, kepada polisi.

Seminggu sebelumnya, dia didekati komplotan tersebut ketika berolahraga pagi, di seberang Summarecon Mal Serpong. Karena tidak dapat berbahasa Inggris maupun Indonesia, Yolian mengajak mereka bicara dengan bahasa Kanton. Mereka menuturkan
tentang kesusahan hidup, dan semua masalah hidup yang kemudian dapat terselesaikan atas bantuan rekannya, yang mampu menggandakan perhiasan dan uang.

Yolian yang belakangan sadar seperti terkena hipnotis, sempat mengajak komplotan ini main ke rumahnya. Namun ketika dimintai uang Rp2 juta untuk digandakan dua kali lipat, Yolian sadar, dan menolaknya. Komplotan ini pun langsung pergi.

Yolian langsung melaporkan hal ini ke polisi. "Soal kejahatan yang dilakukan belum sepenuhnya terjadi atau penipuan itu baru sampai pada tahap upaya," tutur Kepala Kepolisian Sektor Kelapa Dua, Ajun Komisaris Sunaryo kepada wartawan.


Irfan Fikri

Kenapa Cewek Cerewet??

Bingung ngeliat cewek kalo ngomong nggak berhenti-berhenti? Sebel kalo pacar or gebetan suka komplain? Ini sumbernya....

Tau (minimal pernah dengerlah) buku berjudul Why Women Can’t Read The Map & Man Can’t Listen karangan Allan & Barbara Pease? Sepintas nih buku emang nggak menarik buat dibaca. Abis, isinya kayaknya berat dan ngebosenin gitu.

Tapi, kalo ngebacanya pelan-pelan terus diselingi sedikit berpikir dan merenung, lama-lama bikin penasaran juga sih. Soalnya, intinya buku Why Women Can’t Read The Map & Man Can’t Listen berusaha ngebedah jeroan otak cowok dan cewek.

Yoi. Konon otak cowok dengan cewek emang berbeda, jack. Tahun 1980, Dr. Roger Sperry, tokoh pionir dalam penelitian split-brain, menemukan bahwa otak kanan dan otak kiri manusia memiliki fungsi yang berbeda. Otak kanan fungsinya: kreativitas, sintesa, imajinasi, intuisi, gagasan, bentuk, ruang, warna, dan ragam. Sedangkan otak kiri fungsinya: proses bicara, fakta-fakta, detail, matematika, logis, serta syair.

Nah, hasil penelitian dokter Roger ini kemudian dilengkapi oleh hasil penelitian dari London Psychiatry Insitute pada tahun 1999. Yaitu....

“Ada beberapa perbedaan antara otak kanan dan kiri cowok dengan cewek. Perbedaan pertama, fungsi proses bicara pada otak cowok hanya ada di otak kiri. Tapi, pada cewek ternyata dobel! Nggak cuma di otak kiri, sedikit di otak kanan juga ada bagian yang memiliki fungsi proses bicara,” kata dr. Aisah Dahlan.

Bu Dokter yang rajin membawakan seminar dengan tema ”Brain Power” ini melanjutkan, “Perbedaan kedua, soal perkembangannya. Seperti halnya anggota tubuh kita yang lain, otak juga berkembang. Hanya aja, waktu kecil otak kiri cowok umumnya terlambat berkembang dibandingkan otak kiri cewek. Waktu kecil, otak kanan cowok yang lebih dulu berkembang. Setelah umur tujuh tahun, baru otak kiri cowok ngebut berkembang menyusul otak kanannya, sampe akhirnya justru perkembangan otak cowok secara keseluruhan mengalahkan perkembangan otak cewek.”

Well, kalo dihubung-hubungkan ke kejadian sehari-hari, perbedaan-perbedaan yang disebutin tadi jelas ada hubungannya. Yang paling kerasa dalam soal mulut. Karena otak yang memiliki fungsi proses bicaranya dobel, rata-rata cewek jadi cerewet bin bawel! Lagi sedih, ngoceh. Lagi seneng, ngoceh. Lagi marah? Waaaa, apalagi! Satu cewek kayaknya punya 1.000 mulut deh, hehehe....

“Sekadar info tambahan untuk kamu, pernah ada sebuah survei tentang kebiasaan ngomong cowok dengan cewek. Dari survei itu ketauan kalo cewek ngomong sebanyak 16.000 – 21.000 kata per hari. Sedangkan cowok, hanya ngomong sebanyak 5.000 – 9.000 kata per hari. Makanya, di saat sedang berpikir serius atau mengerjakan sesuatu yang berat, cewek tetap masih bisa merepet juga. Kalo cowok biasanya mulutnya langsung ketutup rapet,” beber dokter Aisah.

Urusan mulut ini ujung-ujungnya sering jadi masalah, Bro. Masalah kuping kita “panas” lalu jadi kesel gara-gara ngedengerin nyokap, saudara cewek, temen cewek, atau pacar or gebetan kita nggak berhenti-berhenti ngomong, iya. Di sisi lain, deretan cewek itu pun suka sebel lantaran kita suka irit ngomong!

Pernah ngalamin kejadian nyokap bersungut-sungut gara-gara waktu kita pulang sekolah terus beliau nanya-nanya tentang apa yang kita lakukan di sekolah hari ini, kita ngejawabnya males-malesan? Pernah ngalamin temen cewek, pacar, or gebetan ngambek gara-gara pas dia ngajak ngomong sesuatu, kita menanggapinya dengan omongan sepotong-sepotong? Pernah ngalamin adik atau kakak cewek ngediemin gara-gara ketika dia mau curhat atau minta tolong, omongan kita terkesan nggak connect?

“Semua disebabkan cewek banyak yang nggak ngerti kalo cowok dasarnya emang nggak pandai berkomunikasi! Mungkin dalam hati cowok sebenernya pengen ngomong panjang lebar. Cuma, cowok sering kali kehabisan kata-kata karena otaknya yang memiliki fungsi proses bicara emang lebih sedikit dibanding cewek,” jelas bu dokter.

Terus, gimana dengan efek perbedaan perkembangan otak cowok dengan cewek? “Yang itu hubungannya ke kejadian seperti.... Misalnya nyasar nih. Cowok lebih cepat menemukan jalan pulang. Kalo cewek panik duluan,” ujar dokter Aisah.

“Atau, contoh yang lebih sederhana. Cowok kalo markir mobil nggak pake ribet, sembilan puluh sembilan persen posisi mobilnya pas dengan space parkir. Lha, kalo cewek markir mobil ritualnya banyak! Musti liat spion, buka kaca mobil, udah gitu sering kali masih butuh aba-aba juga. Saat berhasil parkir, pasti ada aja miringnya dikit tuh mobil.” Upssss, betul! Ada contoh lain lagi, Dok?

“Cowok lebih ‘nafsu’ dengan film, situs, majalah, atau komik-komik porno! Hahaha....”

“Eh, beneran! Meski cewek juga tertarik dengan yang kayak begitu, tapi cowok frekuensi dan intensitasnya bersentuhan dengan film, situs, majalah, atau komik-komik porno jauh melebihi cewek. Kenapa? Karena daya imajinasi cowok lebih tinggi. Otak kanannya kan lebih pesat berkembang dibandingkan cewek.”
Lanjut! Jika pembahasan mengenai perbedaan otak cowok dengan cewek ini ditarik ke belakang, sejarah segala perbedaan itu ternyata dimulai dari dalam rahim! Menurut dokter Aisah, ketika janin bersarang di rahim nyokap, yang tercipta pertama kali adalah jenis kelamin. Hanya aja, karena alat kelamin janin size-nya kecil banget, di USG baru clear keliatan saat janin berusia tujuh bulan ke atas.

“Ketika jenis kelamin tersebut mulai terbentuk, beriringan dengan terbentuknya perbedaan hormonal. Hormon testosteron, progesteron, dan estrogen ada di dalam setiap tubuh manusia. Cuma, hormon yang mendominasi dan mempengaruhi jenis kelamin antara cowok dengan cewek berbeda. Lantaran semua hormon ini terbentuk di otak, hormon yang lebih mendominasi itu at the end mempengaruhi komposisi otak juga!”

Bingung? Gini, Bro. Komposisi otak yang dimaksud oleh dokter Aisah bukan guratan-guratan di permukaan otak yang kita biasa liat seperti di gulai otak masakan Padang. Melainkan, sel-sel saraf yang terdapat di dalam otak, yang sebagian besar nggak kasat mata. Sel saraf itu jumlahnya sekitar 100 milyar.

Setiap satu buah sel saraf bisa diibaratkan seperti satu buah komputer, yang udah dilengkapi dengan banyak program. Jadi, kalo ada 100 miliar sel saraf, berarti ada 100 miliar komputer yang udah dilengkapi dengan banyak program, di dalam kepala kita!

Komputer-komputer ini jelas nggak langsung aktif. ‘Mereka’ butuh aliran listrik dulu untuk bisa aktif. Dari mana aliran listrik itu di dapat? Dari hasil perkembangan otak, plus bagaimana cara kita melatih dan memelihara kesehatan otak. Kalo perkembangan otak sempurna, kemudian kita selalu merangsang otak (dengan membaca, dll.), kemudian kita juga nggak mengotori otak dengan racun-racun (seperti racun narkoba, dll.), maka otak baru bisa berfungsi secara maksimal.

Ketika komputer-komputer ini berhasil diaktifkan pun, belum tentu programnya tokcer semua. Ada program-program yang bisa berjalan sangat mulus di otak cowok, tapi ndut-ndutan di otak cewek. Ada pula program-program yang bisa berjalan sangat mulus di otak cewek, tapi ndut-ndutan di otak cowok. Penyebabnya? Ya karena hormon yang mendominasi tadi!

So, gimana? Udah dapet sedikit pencerahan mengenai perbedaan otak cowok degan cewek? Kalo belum, baca lagi dari atas, berulang-ulang, sampe ngerti. Haha!

Kamis, 03 April 2008

Kualitas Minyak Goreng Operasi Rendah


Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pariwisata Kabupaten Tangerang, Rabu (2/4) kemarin mengadakan operasi pasar minyak goreng murah. Operasi ini mendapat keluhan warga, karena kualitas minyak yang sangat rendah.

"Minyak itu ditujukan bagi 5.000 Rumah Tangga Miskin (RTM). Setiap warga mendapat jatah potongan Rp2.500 dari harga minyak yang mencapai Rp10 ribu per liter" kata Dewanto, Ketua Pelaksana Operasi Pasar Minyak Goreng Kabupaten Tangerang. Operasi minyak goreng di Kabupaten Tangerang menghabiskan dana Rp906 juta. Nilai subsidi minyak goreng Provinsi Banten pada 2008 sebesar Rp17 miliar dengan jumlah 6,8 juta liter.

Operasi pasar perdana dilakukan di lima desa di Kecamatan Cikupa. Pembagian minyak goreng dilakukan dengan sistem kupon. Setiap keluarga mendapat satu kupon. Dengan kupon tersebut, warga dapat subsidi sebesar Rp2.500. Sedangkan harga minyak goreng di pasaran Rp10 ribu per liter. "Jadi, warga dapat memperoleh kupon untuk dua liter. Sehingga potongannya sekitar Rp5.000 per warga," tutur Dewanto.

Operasi dilaksanakan dalam empat zona, yaitu utara dua zona, barat, dan selatan. "Setiap zona membutuhkan satu distributor," kata Dewanto. Warga Kecamatan Cikupa menjadi sasaran operasi pasarmengeluh. Kualitas minyak yang diterima warga sangat rendah. Selain itu, jumlah minyak yang dibagikan pun kurang dari takaran. "Minyaknya keruh dan bau," kata Eni Suheni (34 tahun), warga Kampung Kadu Sabrang RT 05/RT 02 Desa Cikupa, Kecamatan Cikupa, Rabu (2/4).

Eni dan puluhan warga lainnya kecewa ketika melihat warna minyak yang akan dijual dalam operasi tersebut. Bahkan, beberapa warga meninggalkan antrian dan memilih membeli minyak di pasar. "Kalau saya lihat di televisi, minyak yang diberikan ke warga dalam operasi pasar bermerek dan kualitasnya bagus," kata Aisah, warga lainnya. Minyak goreng yang diterimanya menyerupai minyak jelantah. Warga juga meminta petugas operasi tidak mengurangi takaran.

"Minyak goreng yang saya terima harus satu liter," kata Yanti. Petugas operasi pasar pun menukar minyak goreng yang telah diterimanya. Yanti menambahkan, percuma saja ada operasi pasar takarannya dikurangi, dan kualitas minyak gorengnya rendah.

Dewanto menyatakan, kualitas minyak goreng menjadi tanggung jawab distributor, yaitu PT KULM Kulma. Meski demikian, Dewanto meminta semua pihak untuk memaklumi kejadian itu karena operasi kali ini merupakan yang pertama kali. "Wajar kalau ada kekurangan."

Ketua KULM Kulma, Radum tak menyangkal rendahnya kualitas minyak. "Kualitasnya memang sederhana." Adapun soal takaran, dia pun menyadari kelalaian karyawannya yang telah bekerja siang hingga malam.

Irfan Fikri

Pembentukan Tangerang Selatan Tertunda

Sejumlah elemen masyarakat Tangerang mendesak Departemen Dalam Negeri segera membahas pembentukan kota otonom baru Tangerang Selatan. Mereka beraksi setelah rapat paripurna pembahasan 15 Kota Otonom Baru oleh Menteri Dalam Negeri dan DPR RI, yang sedianya dilaksanakan, kemarin ditunda. Menteri Dalam Negeri membatalkan rapat paripurna pembahasan Tangerang Selatan hingga 8 April.

"Padahal pada 10 April, seluruh anggota DPR RI akan masuk masa reses," ujar Anggota Komisi II DPR RI, Jazuli Juwaeni saat seminar Otonomi Daerah Percepatan Pembentukan Kota Tangerang Selatan, di Pamulang Tangerang kemarin.

Penundaan ini membuat pembentukan Kota Tangerang Selatan terancam moratorium alias tertunda. Kemungkinan hal ini akan dibahas dibahas kembali Pemilu 2009 atau setelah pemlihan presiden."Padahal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menyetujui pembentukan Tangerang Selatan melalui amanat presiden (Ampres)," tutur Jazuli, seraya meminta kepada Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) segera melakukan penilaian kelayakan pembentukan Tangerang Selatan.

"DPOD terkesan lambat melakukan uji kelayakan. Padahal draf Tangerang Selatan sudah memenuhi syarat dari DPR RI dan tinggal ketuk palu saja dari pemerintah," beber Jazuli.

Adapun Asisten Daerah I Provinsi Banten, Syarifuddin mengatakan, saat ini dana pendampingan untuk pembentukan Tangerang Selatan sudah disiapkan. Provinsi Banten juga sedang membahas tentang pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Tangerang Selatan.

"Rencananya minggu depan, Mendagri akan ikut rombongan Wakil Presiden meninjau PLTU Suralaya Banten. Saat itu kami akan mendesak keseriusan pembahasan Tangerang Selatan," kata Syarifuddin.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata Syarifuddin, telah menyiapkan dana pendampingan untuk Tangerang Selatan, termasuk untuk pengadaan Pemilihan Kepala Daerah. serta pembiayaan perangkat dinas. "Untuk ibu kota Tangerang juga sudah ditetapkan yakni Ciputat," tuturnya.

Kepala Subbidang Lingkup I Departemen Dalam Negeri Sigit Santoso mengakui, ditundanya pembahasan 15 kota otonom baru termasuk Tangerang Selatan karena Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah belum menyelesaikan laporan uji kelayakan kepada Tangerang Selatan.

Laporan uji kelayakan itu nantinya akan diserahkan kepada Menteri Dalam Negeri, dan Presiden sebagai dasar pertimbangan keputusan. "Tapi jangan takut tertunda. Karena Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pemilihan Presiden 2009 bukan ganjalan tertundanya pemekaran daerah," katanya.

Ketua Forum Komunikasi Kota Tangerang Selatan, Hayi Ruhiyat mengatakan, pihaknya akan mengirimkan penyataan sikap kepada Menteri Dalam Negeri sebagai desakan agar pembentukan Kota Tangerang Selatan dipercepat. "Tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan aksi. Karena penundaan pembahasan yang seharusnya dilakukan hari ini (kemarin) berakibat fatal," tuturnya.

Pihaknya meminta kepada Dewan Pertimbangan Otonomi daerah agar segera menyelesaikan uji lelayakan. Dengan adanya pemekaran, pelayanan masyarakat dapat lebih terjangkau. "Desakan ini tidak ada unsur politis tentang jabatan atau apapun. Kemandirian daerah dan pelayanan efektif menjadi landasan masyarakat agar Tangerang Selatan segera dimekarkan," tuturnya.

Rencananya nanti, Kota Selatan Tangerang terdiri dari tujuh kecamatan yaitu Pamulang, Ciputat, Ciputat Timur, Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, dan Setu. Ketujuh kecamatan ini akan dimekarkan dari Kabupaten Tangerang, sebagai kabupaten induk.

Irfan Fikri

Camat Tangerang Pelesir ke Bangkok


Kritikan banyak kalangan tentang kepergian 31 camat di Kabupaten Tangerang ke Bangkok, Thailand pasca pelantikan bupati terus mengalir. Beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Tangerang mengecam keras para camat yang pelesir itu "Kepergian itu sudah tidak benar," kata Ahmad Jazuli, ketua Forum Lintas Pelaku, Rabu (2/4).

Jazuli menambahkan, para camat sudah meninggalkan tugasnya karena kepergian ke Bangkok dilakukan pada hari kerja. "Pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu," katanya. Meski menggunakan uang pribadi, kegiatan itu tidak dapat dibenarkan.

Jazuli pun tidak sepenuhnya percaya jika kepergian camat dilakukan dengan menggunakan uang pribadi. "Jika dilakukan secara rombongan, pasti ada yang membiayai," katanya.

Para camat itu diketahui berakhir pekan di Bangkok sejak Jumat (28/3) hingga Minggu (30/3). Para camat itu pergi tidak lama setelah Ismet Iskandar dilantik menjadi Bupati Tangerang. Mereka meninggalkan tugasnya sebagai camat satu hari, pada Jumat (28/3).

Bupati Ismet menytaktan, kepergian para camat itu atas restu dari dirinya. Restu itu diberikan atas keberhasilan camat dalam menyukseskan pemilihan kepala daerah lalu. Ismet juga mengizinkan para camat itu meninggalkan pekerjaannya selama satu hari. "Izin itu saya berikan sebagai bentuk hadiah bagi para camat," kata Ismet kemarin. Ketika ditanya alasan pemberian hadiah itu, Ismet menjelaskan, camat telah berperan besar dalam suksesnya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.

Dia menambahkan, hadiah yang diberikan kepada camat hanya dalam bentuk pemberian izin, bukan dalam dana. "Tidak ada uang dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang digunakan," kata Ismet. Kepergian para camat, tidak ada kaitannya dengan pekerjaan atau kepentingan dinas. Mereka pergi menggunakan uang pribadi sebesar Rp6 juta.Ismet menyatakan, mereka pergi ke Negeri Gajah Putih untuk bersenang-senang. "Mereka juga butuh refreshing," katanya. Ismet meminta, polemik kepergian camat keBangkok ini jangan terlalu dibesar-besarkan.

Irfan Fikri

Dubes Bingung Amerika Bebas Flu Burung


Pola hidup yang tidak sehat dan kesadaran masyarakat yang minim tentang bahaya flu burung, sehingga tanpa rasa takut bersahabat intim dengan unggas, diduga menjadi penyebab maraknya penyebaran virus H5N1 di Indonesia, khususnya di Tangerang, Banten.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron R Hume mengutarakan analisis itu ketika berkunjung ke Tangerang kemarin. Dia ingin melihat persiapan penerimaan bantuan dari negaranya untuk Tangerang guna menanggulangi flu burung.

"Saya bingung, kenapa di Amerika tidak ada flu burung, tapi di sini (Indonesia) ada," ujar Cammeron saat ditanya kenapa Tangerang dipilih menjadi proyek percontohan penanganan flu burung oleh Amerika Serikat.
Dia berpendapat, cepatnya penyebaran virus flu burung disebabkan masih banyak
warga masyarakat, terutama yang tinggal di perkampungan, melakukan kontak dengan
unggas. Pendapatnya ini diperkuat tatkala rombongannya mengunjungi Pasar Tradisional Grendeng, Karawaci.

Ia menilai pasar tersebut tidak layak karena bersebelahan dengan rumah sakit, dan berada di tengah pemukiman." Tempat sangat tidak layak dan memprihatinkan," ujar Cameron

Menurut Cameron, pasar unggas berada di lokasi tersebut sangat tidak ideal. Dia juga merasa heran melihat penjual unggas bebas menjajakan dagangan, sekaligus memotong unggas di pinggir jalan besar. Ia meminta agar pemerintah merelokasi para pedagang itu ke pasar modern.

Dia mengakui, ketergantungan masyarakat Indonesia, khususnya Tangerang pada unggas sangat tinggi. Banyak warga yang mencari nafkah dari unggas, termasuk membiayai sekolah anak. "Tidak mungkin Tangerang bebas unggas, karena memang warga hidup dari unggas. Langkah terbaik adalah melakukan vaksinasi pada unggas tersebut," tuturnya.

Untuk membantu penekanan angka penderita flu burung, pemerintah Amerika Serikat akan mengucurkan bantuan sebesar Rp240 miliar kepada pemerintah Indonesia untuk mengatasi flu burung. "Dana ini sudah dikucurkan, dan tinggal dimanfaatkan saja sebaiknya. Jika dana ini turun, saya harap Tangerang dapat lebih fokus pada program vaksinasi," katanya.

Cameron dalam kunjungan tersebut didampingi tim dari Departemen Kesehatan, Departemen Pertanian, serta Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Cameron juga sempat mengunjungi RSUD Tangerang, untuk melihat fasilitas dan ruang penanganan pasien flu burung. Menurutnya, bantuan tersebut ditujukan untuk pembangunan gedung, dan fasilitas ruang isolasi, untuk tenaga pelatihan bagi para timpenanganan flu burung. Dia mengagumi kondisi fisik RSUD Tangerang. Menurutnya walaupun ruang agak sempit tapi semuanya tertata dengan rapi.


Tentang vaksinasi unggas, Tangerang kini kekurangan vaksin. "Saat ini hanya tersedia dua juta vaksin. Sementara jumlah unggas di Kabupaten Tangerang mencapai 11 juta unggas," tutur Didi Iswadi, Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Tangerang saat menjawab pertanyaan Cameron.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap pemerintah pusat dapat segera menurunkan dana bantuan dari Amerika Serikat untuk Tangerang itu. "Kita sudah ajukan proposal kepada pusat namun dana itu belum turun juga," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hani Heriyanto.

Hal serupa juga diutarakan Bupati Tangerang Ismet Iskandar. Menurut dia, pemerintah pusat jangan sekedar menetapkan Tangerang sebagai proyek percontohan penanganan flu burung. "Selama ini penanganan flu burung hanya mengandalkan dari kas daerah," ujarnya .

Irfan Fikri

Jalan Alternatif Bandara Dibuka

Untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas ke Bandara Soekarno-Hatta melalui pintu M1, Dinas Perhubungan Kota Tangerang sejak beberapa waktu lalu telah membuka akses baru, atau jalan alternatif dari arah pintu keluar Tol Sedyatmo KM 32, Rawa Bokor, Jakarta menuju Kota Tangerang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Erlan Rusnarlan kemarin mengatakan, meski hasilnya belum dikaji berapa persen mengurangi kepadatan, namun setelah jalur dibuka lalu lintas menjadi lebih lancar. Saat ini, para pengendara mobil dari arah Jakarta bisa langsung keluar Tol Sedyatmo, dan masuk ke arah Jalan Atang Sanjaya, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Panjang jalan yang dilewati sekitar 900 meter. Dari jalan ini, pengendara bisa mengarahkan kendaraannya menuju Jalan Husein Sastranegara, dengan lebar 14 meter atau ke Jalan Raya Dadap, Kabupaten Tangerang.

Prio Budiono (25 tahun), seorang pengguna jalan, menyambut baik jalan alternatif itu. "Dengan dibuka Jalan Rawa Bokor, kami warga Tangerang tak perlu jauh-jauh berputar hingga ke Jakarta," kata Prio. Warga Ciputat ini mengharapkan warga Tangerang yang akan mengakses pintu M1, baik akan masuk maupun keluar dari Bandara Soekarno-Hatta, tidak dipersulit oleh pihak Angkasa Pura II, sebagai pengelola bandara.

Irfan Fikri